Skip to content

Obrolan Mengenai Beasiswa di Amerika (2)

February 2, 2010

Posting ini adalah lanjutan dari apa yang sudah kita bahas dua hari lalu.  Kalau anda tidak sempat membaca bagian pertama dari seri ini, klik saja disini.  Now, lets go to the business!  :-)  Dari mana saja sih beasiswa itu datang?  Dalam artikel ini saya hanya mau menggambarkan secara singkat dua kemungkinan tempat dimana anda bisa menerima bantuan keuangan untuk studi anda.

Sumber beasiswa pertama yang sangat penting anda perhatikan adalah dari sekolah itu sendiri.  Sekolah-sekolah di Amerika bersaing untuk mendapatkan mahasiswa yang terbaik.  Mereka punya uang, dan mereka mau mendapatkan mahasiswa yang berkualitas tinggi.  Kalau anda memiliki sesuatu yang bisa dikontribusikan kepada sekolah, entah itu skill olah raga atau prestasi akademis atau kemampuan menulis, maka mereka akan bertarung untuk menangkap anda datang dan studi di tempat mereka.  Mengapa demikian?  Karena ketika anda selesai studi dan menjadi orang ternama atau orang besar, maka nama sekolah itu akan juga ikut menempel dengan diri anda.  Bukankah alumni adalah promosi terbaik dari sebuah sekolah?  Ok, sekarang bagaimana bisa tahu bahwa sekolah itu menyediakan beasiswa atau tidak untuk mahasiswanya?  Gampang saja.  Setiap kali anda mengunjungi website sebuah sekolah, ada dua hal yang perlu anda lakukan: 1) kunjungi halaman Admission.  Halaman itu bisanya akan menjelaskan mengenai persyaratan2 penerimaan mahasiswa baru, dan program2 studi apa saja yang mereka miliki.  2) buka halaman Financial Aid.  Semua website sekolah di Amerika memiliki halaman khusus yang membahas mengenai scholarship/fellowship/grant yang tersedia di sekolah tersebut.  Semua detil-detil mengenai bantuan keuangan yang bisa diberikan oleh sekolah kepada anda akan dijelaskan secara panjang-lebar disana.

Untuk anda ketahui, beasiswa yang diberikan oleh sekolah dapat dibagi dalam dua kategori yang berbeda.  1) Merit-based.  Merit-based scholarship diberikan kepada orang-orang yang memiliki prestasi akademis yang sangat menonjol dalam pendidikan sebelumnya.  Jadi kalau anda mau studi S2, mereka akan lihat prestasi anda di level S1.  Ada sekolah-sekolah yang menyediakan beasiswa kepada mahasiswa yang, contohnya, memiliki IP 3.7 ke atas.  Dengan kata lain, kalau IP anda di jenjang S1 itu 3.7, anda sebenarnya sudah eligible atau memenuhi syarat untuk mendapatkan beasiswa tersebut.   Saya hanya mau ingatkan teman-teman yang mau mencari beasiswa di Amerika, keseriusan studi disini sangat penting.  Orang tidak akan menginvestasikan uang kepada anda kalau mereka tidak melihat bahwa anda serius dengan apa yang anda kerjakan.  Selain itu, biasanya orang-orang yang menerima merit-based scholarship harus mempertahankan IP tertentu untuk tetap bisa menerima bantuan keuangan itu.  Itu artinya kalau anda tidak mampu untuk memenuhi standard itu, beasiswanya akan terpaksa dicabut dari anda.  2) Need-based.  Untuk mendapatkan need-based scholarship, sekolah-sekolah di Amerika biasanya tidak menuntut standard tertentu untuk anda. Anda hanya perlu untuk menunjukan bahwa anda ‘perlu’ bantuan keuangan.  Dalam rapat2 penerimaan mahasiswa baru, salah satu yang dibahas adalah mengenai financial package yang bisa diberikan kepada anda.  Kalau mereka melihat bahwa anda membutuhkan bantuan keuangan, maka mereka akan memberikan beasiswa atau paket bantuan keuangan itu kepada anda.  Namun perlu dicatat disini, need-based scholarship jumlahnya tidak akan sebesar merit-based scholarship.

Sumber beasiswa kedua adalah dari yayasan-yayasan atau institusi-institusi yang terbeban untuk menolong dunia pendidikan.  Ada beberapa yayasan (foundations) atau institusi yang bisa saya daftarkan disini.  Saya yakin ada lebih banyak lagi yayasan-yayasan yang menyediakan beasiswa.  Daftar ini tidak exhaustive sama sekali.

Hal yang perlu anda lakukan adalah membaca website dari institusi-institusi tersebut, kemudian cocokan diri anda dengan persyaratan yang mereka minta.   Persyaratan yang diberikan biasanya akan tergantung dari visi/misi/interest dari yayasan tersebut.  Kalau memang anda bisa memenuhi semua persyaratan itu, maka saran saya coba saja!  Ada yayasan yang mengharuskan anda untuk diterima terlebih dahulu di sekolah yang anda ingin studi, ada pula yang bisa menyediakan dana kepada anda untuk apply dimana saja.

Keep this in mind, semua orang dimana saja ingin studi gratis.  Oleh karena itu, kalau berbicara mengenai beasiswa, anda perlu menyadari bahwa persaingannya sangat ketat.  Orang-orang Amerika pun ingin mendapatkan beasiswa, bukan hanya mahasiswa internasional (istilah international student biasanya dipakai untuk orang-orang non-Amerika yang sedang studi di Amerika).  Perlu sekali anda bekerja keras untuk memenuhi tuntutan yang diminta.  Apakah saya layak untuk menerima dana itu?  Kuncinya sederhana saja… Disipin.  Ketika anda bisa mendisiplin diri sedini mungkin, maka impian anda itu kemungkinan bisa menjadi kenyataan.

Nah, dalam posting yang berikut saya mau sedikit membahas mengenai persyaratan-persyaratan umum untuk bisa diterima studi di Amerika dan mendapatkan beasiswa.

Sampai jumpa!  Salam.

Advertisement
11 Comments leave one →
  1. Victor Paais permalink
    February 2, 2010 2:16 am

    Terima kasih Kak Eka untuk sharing pengalamannya…Saya sangat termotivasi dengan artikel ini dan website ini…Tuhan Yesus Memberkati Kak Eka dan Keluarga.

    • ekaputrat permalink*
      February 2, 2010 2:24 am

      Sama-sama Victor. Sesuatu yang baik itu harus dibagikan kepada orang lain. Saya berharap apa yang saya tuliskan disini bisa sedikit membantu anak2 muda Indonesia yang ingin belajar di Amerika mendapatkan apa yang mereka impikan. Hidup itu hanya sekali dan kita harus isi dengan sesuatu yang baik. Salam untuk semua di Batam ya.

  2. Pete P permalink
    February 2, 2010 6:37 am

    Sekolah terbaik siswa menginginkan yang terbaik untuk lebih menantang para profesor dan mahasiswa lain. Siswa yang lebih baik hasil diskusi di kelas yang lebih baik, lebih baik kertas, yang lebih menantang lingkungan akademik dan prestasi yang luar biasa. Sekolah terbaik berorientasi penelitian dan banyak dari proyek-proyek penelitian profesor dipengaruhi oleh murid-murid mereka.

  3. Johannes Leiwakabessy permalink
    February 2, 2010 9:19 pm

    Bro Eka, thanks untuk artikelnya…jadi kepingin ngikut kesana :)
    Cuma ada keprihatinan dengan membandingkan situasi sekolah-sekolah teologi di Indonesia yang pernafasannya agak sesak, karena harus mengencangkan ikat pinggang alias dana seret.
    Agak heran juga karena biaya kuliah di STT termasuk paling murah dibandingkan dengan biaya memasukkan anak di Playgroup atau TKK. Sementara yang dihasilkan dari lulusan STT punya dampak yg sangat besar di pelayanan.
    Paradigma gereja (terutama gereja kita) harus diubah agar mau berinvest lebih besar pada bidang pendidikan, untuk melahirkan tenaga-tenaga rohaniwan yang terdidik dan penuh kualitas. Semoga bisa.
    BTW Selamat bertesis bro..salam 4 keluarga.

    • ekaputrat permalink*
      February 2, 2010 9:28 pm

      Yoke,
      Itulah yg menjadi prihatin saya selama ini. Jika gereja tidak memperhatikan pendidikan teologinya, saya kuatir satu hari nanti kita akan ada dalam krisis kepemimpinan yang besar. Walaupun sekolah bukan satu-satunya tempat pembentukan seorang pemimpin, tapi sejarah membuktikan bahwa sekolah telah memainkan peran sangat penting dimana-mana untuk mencetak pemimpin-pemimpin besar. Sebuah organisasi/masyarakat/komunitas yang tidak memperhatikan pendidikan akan pasti menghasilkan orang-orang yang berwatak sempit, radikal, ekslusif dan fundamentalis.

      thank you for the comment. Salam buat juga buat Sri ya. Tuhan memberkati.

  4. Elianusgea permalink
    February 20, 2010 1:48 am

    I like this program, help me please to cnontinous my study…

  5. Pete P permalink
    February 20, 2010 8:25 am

    Recently I visited a church I worked with some time ago. They have an attendance of about 50 people and are currently running four Berean (ICI) ministry training courses. They are using previous graduates of their courses to teach the classes.

    There are few college graduates among them and many did not complete high school. They teach a very basic Gospel and it is working very well for the church. To introduce the kind of teachings I had in graduate school would probably be more hindrance than help for these people.

    Graduate education has its place but it is not for everyone.

  6. October 26, 2010 4:14 am

    terima kasih banyak atas info bermanfat dari bapak. Tuhan Memberkati

Trackbacks

  1. Obrolan Mengenai Beasiswa di Amerika (3) « TABAOS
  2. Obrolan Mengenai Beasiswa di Amerika (4) « TABAOS
  3. 2010 in review « TABAOS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.