Obrolan Mengenai Beasiswa di Amerika (3)
Dalam bagian ini saya ingin membahas sedikit mengenai persyaratan-persyaratan umum untuk bisa diterima studi di Amerika, dan jika mungkin mendapatkan bantuan biaya. Jika anda tidak sempat mengikuti bagian-bagian sebelumnya, silahkan cek bagian pertama disini dan bagian kedua disini. Tujuan saya membahas semua ini adalah hanya untuk memberikan motivasi kepada orang-orang yang berminat menempuh pendidikan di luar negeri (khususnya di Amerika), dan memberikan sedikit gambaran peta bagaimana menuju ke mimpi anda itu. Harapan saya ada orang-orang muda yang mau mengambil peta ini dan berlayar ke tempat impian mereka. Jalan itu tidak selalu mudah memang, tetapi jalan itu bukan mustahil. Anda yang punya keinginan dan kemampuan tapi terbatas secara finansial, jangan kuatir, kerja keras terus saja karena masih ada pintu yang bisa terbuka untuk anda di masa depan. Jika studi di Amerika adalah salah satu dari mimpi anda, saran saya untuk anda terus bertahan dan jangan mundur. Akan ada orang-orang yang datang dalam hidup anda dan berusaha untuk mematahkan semangat anda. Itu terjadi dimana-mana. Orang mungkin akan mengatakan bahwa anda adalah tukang mimpi dan melakukan hal-hal yang menyakitkan anda. Jalan terus. Jangan mundur. Tutup telinga saja dari omongan orang yang kosong. Mereka mengatakan itu karena mereka berpikir bahwa studi di Amerika itu mustahil. Itu tidak mustahil. Kalau orang lain bisa, anda juga bisa. Anda tidak perlu malu bermimpi untuk studi di Amerika. Kenapa? Karena itu adalah sesuatu yang baik. Itu akan mengubah seluruh masa depan anda.
Sekarang tanyakan pada diri anda dulu. Do I really want this? Untuk mewujudkan sebuah mimpi, determinasi atau kebulatan tekad adalah modal yang paling besar. Jika itu bukan tekad anda, just forget it! You will never do it. Anda tidak perlu membuang waktu membaca tulisan ini. Tapi, kalau itu adalah tekad dan impian anda, saya mau ajak anda berjalan dengan saya perlahan-lahan menuju ke mimpi itu. You can do it! Tekad jika dikombinasikan dengan kerja keras, maka tidak ada perkara yang mustahil. Tuhan tidak akan pernah menolong orang yang bermalas-malas. Ia akan memegang tangan orang-orang yang mau bekerja keras untuk sesuatu yang baik.
Ok, mari kita bahas mengenai bagaimana studi di Amerika. Sebelum saya melangkah lebih jauh, saya mau ingatkan bahwa jika anda berselancar di website sekolah-sekolah di Amerika, pastikan domain dari alamat sekolah itu berakhir dengan “.edu”, seperti University of California Los Angeles (www.ucla.edu), Claremont Graduate University (www.cgu.edu), Claremont School of Theology (www.cst.edu), Azusa Pacific University (www.apu.edu), Fuller Theological Seminary (www.fuller.edu), dan seterusnya. Mengapa demikian? Ada banyak sekolah kacangan di Amerika yang memberikan gelar-gelar gampangan. Jangan anda terperangkap dengan tawaran instan yang diberikan oleh sekolah-sekolah tidak terakreditasi itu. Rule of thumb-nya begini, sekolah yang memiliki website dengan akhiran “.edu” di Amerika pasti adalah sekolah yang telah terakreditasi. Oleh karena itu, jika ada sekolah yang websitenya berakhir dengan “.org” atau “.info” atau “.com”, dll., kemungkinan itu adalah sekolah yang tidak terakreditasi. Cek hal itu setiap kali anda mengunjungi website sekolah-sekolah di Amerika. Satu hal yang lain, di banyak website sekolah anda bisa menemukan tempat untuk “further information” (informasi lanjutan). Biasanya kalau anda mengisi formulir untuk informasi lanjutan, mereka akan mengirim katalog dan informasi-informasi penting bagi anda melalui pos. Ya, mereka akan kirim ke Indonesia, langsung ke rumah anda. Waktu masih di Malang, saya mengisi formulir itu di Harvard University dan Emory University, dan mereka benar-benar mengirimkan katalog itu buat saya. So, try it! :-)
Sebenarnya sulit sekali saya berbicara mengenai bagaimana masuk ke jenjang S1 di Amerika. Oleh karena itu, saya mau fokus saja kepada hal-hal umum yang berurusan dengan S2, karena jalan itu sudah saya lewati. Tapi setahu saya, tidak terlalu jauh beda antara S1/S2/S3. Untuk informasi teman-teman, saya dulu mendaftar di dua sekolah, Claremont School of Theology dan Boston University. Saya diterima oleh kedua sekolah tersebut, tapi Claremont memberikan beasiswa yang lebih besar daripiada Boston. Jadi akhirnya saya putuskan untuk datang ke Claremont. Lagian dalam dunia teologi, Claremont sudah punya reputasi yang sangat besar. Teolog-teolog ternama seperti John Cobb, James Robinson, James Sanders, Philip Clayton, Denis MacDonald, dll., merupakan dosen tetap disini. Claremont School of Theology dikenal kuat dalam bidang Biblika, sosiologi Agama, teologi (terutama teologi proses), dan konseling. Di Claremont juga ada konsorsium sekolah-sekolah tinggi yang disebut sebagai Claremont Colleges. Semua sekolah-sekolah ini berdekat-dekatan tempatnya. Jadi kita bisa ambil kuliah dimana-mana dan langsung memasukannya jadi kredit di sekolah kita. Kita juga bisa menggunakan perpustakaan di sekolah-sekolah yang lain. Jika saya tidak keliru, sistem ini mirip dengan Oxford University di UK.
Pada umumnya sekolah-sekolah di Amerika mewajibkan calon mahasiswa dari luar negeri untuk mengambil test standard (standardized test) bahasa Inggris yang sering disebut TOEFL (Test of English as a Foreign Language). Test ini penting sekali untuk mereka melihat kemampuan anda mempergunakan bahasa Inggris. Jika anda tidak bisa berbahasa Inggris, terus terang kemungkinan anda sulit diterima di Amerika. Untuk jenjang graduate school (S2 dan S3), kemampuan bahasa Inggris di atas rata-rata sangat dibutuhkan untuk membaca literatur, berinteraksi di kelas, dan mengerjakan tugas (terutama paper-paper). Rata-rata pendidikan level S2 dan S3 di Amerika memberikan penekanan lebih banyak kepada analisa dan kreativitas. Dengan demikian, anda tidak akan pernah menemukan ujian pertengahan atau ujian final yang berada dalam bentuk hafalan. Bahkan ada kelas-kelas yang tidak berikan ujian sama sekali. Mahasiswa hanya perlu memberikan beberapa presentasi dan menulis proyek riset 20-30 halaman. Penilaian akhir akan ditentukan dari analisa anda dan kemampuan menulis anda. Jadi, kemampuan berbahasa Inggris krusial sekali untuk keberhasilan studi anda di Amerika. Nah, sekarang ijinkan saya berikan sedikit penjelasan mengenai TOEFL. Sering di Indonesia ada institusi-institusi pendidikan yang melaksanakan test ini untuk menguji kemampuan bahasa Inggris calon mahasiswanya. Jenis ini kita sering sebut sebagai institutional test. Jenis test TOEFL institusional ini tidak bisa dipakai sama sekali untuk mendaftar ke sekolah di Amerika. Anda harus mengambil test resmi langsung dari organisasi yang bertugas secara khusus untuk mengadakan test ini secara internasional. Nama organisasi itu adalah ETS (Educational Testing Service). Sebenarnya ETS bukan hanya menyelenggarakan test TOEFL saja, tapi juga GRE, GMAT, dll. Anyway, ETS sudah bekerja sama dengan cukup banyak institusi di Indonesia untuk menyelenggarakan test TOEFL internasional ini kepada orang-orang Indonesia. Jika anda mau tahu dimana saja tempat-tempat untuk mengambil TOEFL, click saja disini. Hanya tempat-tempat itu saja yang bisa mengadakan test TOEFL, tidak ada yang lain. Harga pendaftaran untuk TOEFL resmi ini adalah $US 165. Anda tinggal untuk mendaftarkan diri di websitenya ETS (ini dia link ke TOEFL). Setelah mendaftar, anda perlu menentukan tempat dan tanggal dimana anda mau mengambil test itu di Indonesia. Semua petunjuk mengenai bagaimana mendaftar, bisa anda baca disana dengan jelas. Kemudian anda perlu membayar jumlah uang itu melalui kartu kredit. Jika anda tidak bisa melakukannya karen tidak memiliki kartu kredit, saran saya lebih baik anda mengunjungi salah satu dari daftar tempat-tempat yang bekerja sama dengan ETS itu, dan beritahu mereka bahwa anda mau mendaftar ujian TOEFL. Mereka pasti bisa tolong untuk mendaftarkan diri anda ke ETS dan pembayarannya bisa berikan langsung kepada mereka.
Nah, jenis test TOEFL yang diadakan oleh ETS saat ini dinamakan iBT (Internet Based Test). Dulu formatnya Paper Based Test (PBT), tp format ini sudah tidak terlalu banyak dipakai. PBT ini hanya ada di tempat-tempat yang tidak memiliki koneksi internet. Jika anda perhatikan daftar tempat yang saya berikan di atas, PBT hanya diadakan di satu tempat saja di Indonesia, yaitu di Jakarta. Saya cukup heran, terus terang, kenapa Jakarta yang dipilih. Mungkin Jakarta lebih mudah diakses dari mana saja. Anyway, untuk beberapa waktu ETS sempat mencoba CBT (Computer Based Test), tapi saat ini sudah tidak diadakan sama sekali lagi, dan praktisnya diganti dengan iBT. Sistem score iBT cukup berbeda dengan PBT. Range score PBT berada diantara 310 hingga 677. iBT memiliki sistem scoring yang jauh lebih rendah dari PBT, yaitu 0-120. Mengapa 120? Karena dalam iBT, anda akan diuji 4 skill yang berbeda: Listening, Reading, Speaking, dan Writing. Masing-masing diberikan score 30, jadi total semua 120. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perbandingan score PBT dan iBT, anda bisa lihat disini.
Pertanyaan penting yang mungkin anda ajukan disini adalah berapa score yang diminta sekolah-sekolah di Amerika? Jawabannya, tergantung. Masing-masing sekolah memberikan standard yang berbeda-beda untuk calon mahasiswanya. Masing-masing program studi juga memberikan tuntutan yang berbeda-beda. Kalau anda mau tahu lebih detil mengenai tuntutan dari sekolah-sekolah di Amerika, silahkan klik disini. Tapi biasanya di setiap website sekolah mereka akan beritahukan anda secara eksplisit berapa score yang mereka mau dari anda. Saran saya, untuk anda yang mau mengambil S2 di Amerika, minimum score harus mencapai 90. Kalau bisa lebih dari 100, itu bagus sekali karena akan memperbesar kesempatan anda diterima di Amerika. Score 100 dalam iBT itu sejajar dengan 600 dalam PBT.
Bagaimana persiapan untuk ujian TOEFL? Nah, ini perkara yang cukup tricky, karena masing-masing orang punya cara belajar yang berbeda-beda. Untuk bisa maksimal dalam persiapan anda mengambil test TOEFL, saya sarankan untuk anda beli buku-buku khusus yang memberikan penjelasan mengenai tips-tips dan cara-cara mendapatkan nilai yang terbaik. Ingat, jangan asal beli buku persiapan TOEFL. Usahakan untuk beli buku-buku dari institusi-institusi seperti Princeton Review, KAPLAN, BARON, dll. Mereka memang organisasi professional yang menyediakan jasa itu. Setahu saya, anda bisa mendapatkan buku-buku itu di toko-toko buku besar di Indonesia seperti Gramedia, Gunung Agung, dll. Persiapan yang matang!! Jangan ambil test tanpa persiapan. Ingat biaya pendaftarannya cukup mahal. Anda harus menghargai uang yang TUHAN berikan kepada anda. Do your best! Kalau toh gagal… jangan mundur. Ambil lagi test itu.
Satu hal yang saya mau ingatkan anda adalah bahwa test TOEFL itu hanya berlaku dua tahun saja. Artinya, sesudah dua tahun, hasil test anda tidak bisa dipakai lagi untuk mendaftar ke Amerika. Oleh karena itu, manage waktu anda sebaik mungkin. Kalau bisa ambil test ini sebelum anda mendaftar.
Saya kira itu saja yang bisa saya tuturkan saat ini. Kalau ada yang lain mengenai TOEFL, pasti saya akan ingatkan anda lagi dalam posting-posting berikutnya.
Salam.
Ketika mencari sekolah Amerika mencari “Regional Accreditation.” Banyak sekolah memiliki akreditasi yang standar yang rendah dan memiliki pengakuan sangat terbatas. See: http://www.useducation.com.pk/stpages/typesofaccreditation.html
Great posts Eka!
Thanks pastor Pete.
Pastor….
sy sdg dlm ms bljr s1 komunikasi…
sy sgt ingin bs kuliah di luar negri…
jika layak bermimpi, sy ingin skli k harvard mgbil MBa…
nmun sy bingung, slma in hya searching google sj tp tdk tau msti bgmn lg…
org” dskllg sya jg lbh byk yg kurg mdkung… fhuh…
Mrka bkir bhwa hayalan sya tllu tgi…
tp jauh dlm hati sy percya Tuhan tidak akan pernah menolong orang yang bermalas-malas.
Ia akan memegang tangan orang-orang yang mau bekerja keras untuk sesuatu yang baik.
mhon bimbingan pastor….
trmksh byak.. Gb
(riaSianturi@gmail.com)
Masuk ke Harvard itu gak gampang! Aku punya teman, orang Amerika, dia cerdas bgd, tapi dia tetap aja bilang kalo chance buat masuk ke Harvard itu kecil, kalopun diterima, kita harus ngebayar sejumlah uang yang gak bisa dibilang sedikit, apalagi buat orang Indonesia. Dan persyaratan masuk Harvard itu agak susah.
Temanku ini bilang yang masuk ke Harvard biasanya anak-anak yang super brilian dan punya banyak duit. Walau ada juga yang masuk dengan beasiswa, itu juga anak-anak yang mampu mengesankan pihak Harvard dengan kebrilianan otaknya atau atlet yang punya kemampuan luar biasa.
Tapi gak ada yang ga mungkin sih..
Terus berjuang aja..
Jangan cuma searching google aja, cari webnya, persyaratan masuknya gimana, biayanya berapa, trz mampu gak ngebayar biaya kuliahnya yang hampir seharga rumah di Indonesia. : P
Belajar bener-bener buat TOEFL *kalo gak salah di Harvard, TOEFLnya harus 600 ke atas, tapi gak tau juga sih*, belajar buat essay, belajar GMAT *tapi sekarang GMAT gak begitu diperhitungkan untuk masuk HArvard kalo gak salah*
Bahasa Inggris kuda baguslah pokoknya supaya bisa beradu argumen yang cerdas sama anak Harvard atau menyampaikan pendapat dan berinteraksi di kelas. *pernah lihat video tentang anak Harvard yang sedang berargumen, dan gak ngerti begitu ngerti mereka ngomong apa, soalnya mereka pake logat Boston.*
Kalo cuma searching-searching tanpa usaha juga orang lain juga bisa.
Yang pasti dari yang aku baca di forum-forum luar negeri, kalo memang mau masuk Harvard Business School atau fakultas Harvard yang mana aja harus bener-bener super duper extra keras. Dan kalo gak diterima Harvard juga bukan akhir dari dunia.
Kita gak perlu gelar dari Harvard untuk diakui orang-orang sedunia kalo kita pintar. Warren Buffet aja ditolak Harvard, tapi bisa jadi orang sukses.
Dan juga, universitas bagus di USA bukan cuma Harvard, masih banyak universitas bagus lain kok, walau memang banyak juga universitas-universitasan. Search di google aja, mana yang termasuk yang bagus dan yang nggak.
Nice article, btw.. : )
How to get a realy good scolarship theology?