Skip to content

Antara Maluku dan New York

February 6, 2010

Tahukah anda bahwa New York punya hubungan historis dengan Maluku?  Di kepulauan Banda, ada sebuah pulau kecil yang bernama Pulau Run.  Dulu waktu Belanda masih menjajah Indonesia, pulau Run adalah miliknya pemerintah Inggris. Tapi pulau Run dikenal sebagai penghasil Pala yang besar dan Belanda benar-benar menginginkan pulau ini untuk perdagangan rempah-rempah di Eropa.  Anda perlu ingat bahwa Pala adalah produk alam yang cukup mahal pada waktu itu.  Dengan demikian, pulau Run dianggap sebagai tambang emas oleh Belanda.

Bagaimana caranya Belanda mengambil pulau Run dari Inggris?  Inilah yang membuat cerita ini menarik, tapi sekaligus menyedihkan.  Belanda pada waktu itu adalah pemilik kota kecil di bagian timur Amerika yang bernama New Amsterdam.  Demi pala, Belanda terpaksa menawarkan ke Inggris untuk menukarkan New Amsterdam dengan pulau Run di Maluku.  Tahun 1660-an, kedua negara kolonial ini sepakat akan pertukaran tersebut.  Inggris kemudian mengubah nama New Amsterdam itu menjadi New York.  Belanda akhirnya mengambil apa yang mereka mau dari pulau Run dan meninggalkannya begitu saja.

Sekarang?  Pulau Run sama sekali tidak dikenal oleh orang.  Terpencil dan tak berkembang.  Anda tentu saja tahu New York kan?  Kota itu adalah salah satu kota terbesar dan paling maju di dunia.

Bayangkanlah kalau pertukaran itu tidak pernah terjadi.  Bisakah pulau Run menjadi New York di Maluku, dan New York menjadi seperti pulau Run sekarang?

(Pulau Run)

(New York)

Advertisement
4 Comments leave one →
  1. Johannes Leiwakabessy permalink
    February 8, 2010 4:52 pm

    Seandainya kita dijajah Inggris, mungkin tidak akan semelarat dijajah Belanda..Lihat saja Malaysia, Singapore, India, Australia, New Zealand, dll jauh lebih makmur dari Indonesia.
    Tapi lebih bagus bila tidak dijajah siapapun..pastinya Indonesia terdiri dari banyak kerajaan2x lokal.. Kerajaan Maluku, Kesultanan Mataram, Palembang…wow malah mungkin bisa sering terjadi perang perebutan wilayah dan pertumpahan darah di mana-mana. Tidak terbayangkan!!!
    Yah terima saja nasib kita, sudah jadi bagian sejarah masa lampau..so yang penting adalah bagaimana kita membangun Indonesia ke depan yang lebih cerah, damai, sejahtera dan keberkatan Tuhan. Untung tidak ada New York di Kepulauan Banda.. hehehehe.. GBU Eka.

  2. Amiko Pieris permalink
    February 13, 2010 5:02 am

    Apapun yang sudah terjadi, jangan di sesalkan dan tidak perlu menyalahkan Belanda, Inggris atw bangsa kita. Biarlah itu menjadi sejarah bagi kita dan kita belajar dari sejarah itu. Seperti kata Bpk. Johannes L diatas, sekarang ini bagaimana caranya agar bangsa kita menjadi lebih maju, sejahtera dan damai… tidak terpuruk seperti sekarang ini. Gbu^^

    • ekaputrat permalink*
      February 13, 2010 5:12 am

      Beta setuju sekali bung (atau usi?) Amiko. Kita memang perlu belajar dari sejarah dan berjuang untuk membentuk masa depan yang lebih baik bagi Indonesia, khususnya Maluku. Orang lain datang di tempat kita hanya untuk mendapatkan keuntungan dan pergi meninggalkan begitu saja. Melalui kisah pulau Run ini paling tidak kita bisa tahu bahwa perjuangan untuk mengembangkan negeri itu harus dilakukan oleh kita sendiri, dan tidak berharap dari bangsa lain.

Trackbacks

  1. 2010 in review « TABAOS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.