Skip to content

Perubahan Orientasi Kehidupan

March 6, 2011

Matius 4:18-22

Danau Galilea, atau sering disebut Danau Tiberias, adalah tempat dimana Yesus dan murid-murid banyak menghabiskan waktu mereka.  Danau itu sendiri berdiameter kira-kira 53 km, sekitar setengah ukuran danau toba di Sumatera Utara.  Danau Galilea adalah danau yang paling rendah di seluruh dunia (209 meter di bawah permukaan air).  Karena danau ini cukup besar, orang-orang menggantungkan kehidupan mereka dengan mencari ikan disana, bahkan sampai hari ini.

Ketika Yesus berjumpa dengan murid-murid, mereka bukan orang-orang bujangan yang tidak punya tanggungjawab.  Kemungkinan besar semua sudah berkeluarga.  Dalam masyarakat patriakhal, pria adalah tulang punggung keluarga.  Petrus, contohnya, memang tidak dijelaskan panjang lebar siapa istrinya, tapi Injil Matius mencatat bahwa ia memiliki mertua (Matius 8:14-17).  Menurut tradisi Katolik, istri Petrus juga mati sebagai martyr.  Jadi, ini perlu ditegaskan kembali bahwa Yesus tidak memanggil pengangguran di jalan-jalan untuk menjadi murid-Nya.  Orang-orang ini punya keluarga dan karir yang jelas.  Bagi orang Yahudi, perintah yang paling penting bagi setiap laki-laki adalah “beranak cucu dan memenuhi bumi.”  Mereka harus menikah dan memiliki anak.

Panggilan Yesus bukan untuk mereka meninggalkan pekerjaan itu dan menjadi pengangguran untuk mengikuti Yesus.  Injil Matius mencatat bahwa mereka “meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.”  Apakah tindakan meninggalkan jala berarti bahwa mereka “berhenti” menjadi nelayan dan hanya jalan keliling-keliling saja dengan Yesus?  Tidak.  Pikirkan beberapa pertanyaan ini, ketika Yesus menyeberang dengan perahu (Matius 8:23ff), perahu siapa yang Dia pakai?  Apakah Yesus marah karena mereka menangkap ikan dalam Yohanes 21?  Ketika ada tukang pajak menanyakan apakah Yesus membayar pajak (Matius 17:24ff), mengapa Yesus menyuruh mereka pergi cari ikan?  Hari itu memang mereka meninggalkan jala untuk mengikuti Yesus.  Hanya hari itu saja ketika panggilan ini diberikan, mereka jelas tidak berhenti menjadi nelayan.   Ingat, sebagian besar pelayanan Yesus dihabiskan di Galilea.  Kita tahu bahwa bagian terakhir kehidupan-Nya saja, Ia kemudian melakukan perjalanan panjang ke Jerusalem.  Jadi masih mungkin untuk murid-murid mengikuti Yesus sambil mencari ikan setiap hari untuk keluarga .  Sama seperti Paulus, sekalipun dia melayani TUHAN, karirnya sebagai seorang pembuat tenda tidak pernah ditinggalkannya (KPR 18:1-4).

Tapi, panggilan Yesus membuat perbedaan besar dalam hidup mereka.  Kalau dulu mereka hanya berorientasi atau berfokus kepada mencari ikan, sekarang focus atau orientasi hidup mereka tidak disitu lagi.  Mereka punya karir, tapi karir tidak lagi menjadi tujuan hidup mereka.  Yesus memanggil mereka untuk menjadi “penjala manusia.”  Kalau dulu mereka menjala ikan dimana semua fokus hanya ada pada ikan, sekarang mereka adalah penjala manusia dimana semua fokus ada pada manusia.  Seluruh perhatian kita bisa ada hanya untuk karir dan pekerjaan kita, dan kita lupa bahwa kita exist atau ada dalam dunia ini untuk membantu manusia yang lain juga.  Kiranya TUHAN menolong kita semua.

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.