Tentang Penulis
Hello… Nama saya Ekaputra Tupamahu. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan teologi di Claremont School of Theology. Sebelum ke California, saya adalah dosen di Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti, Malang. Saya dan Istri, Jeanny Rumuat, sudah diberkati dengan seorang putra yang bernama Norman Alexander Tupamahu. Blog saya yang lain dalam bahasa Inggris dapat anda lihat disini. Jika anda ingin mengenai saya lebih lagi, anda bisa ikuti twitter saya.
Blog ini saya buat untuk menuangkan pemikiran-pemikiran saya sekaligus mengajak rekan-rekan dari Indonesia berdiskusi secara konstruktif dengan saya. Nama TABAOS diambil dari istilah Ambon-Melayu yang berarti berbicara dengan suara keras atau berteriak. Kata ini biasanya dipakai di desa-desa untuk pengumuman yang diberikan oleh pengurus desa kepada masyarakat. Kata Yunani dalam Alkitab yang kemungkinan paling sejajar dengan istilah tabaos adalah κηρύσσω (kerusso). Mengapa tabaos? Alasan saya memilih nama ini adalah karena konviksi pribadi saya bahwa kebenaran itu tidak bisa (dan tidak boleh) disembunyikan. Ia harus diteriakan dengan suara yang keras. Ia harus diumumkan kepada bangsa-bangsa.
Semoga blog ini bisa memberkati kita semua! Tete manis sayang…
suskes voot TABAOS
Thank you.